Mengatasi diaper rash pada bayi baru lahir

Diaper rash atau sering disebut dengan ruam popok biasanya terjadi pada bayi berusia 9 sampai 12 bulan. Hal ini terjadi karena pada usia ini, bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Sehingga kotoran serta urine memiliki sifat lebih asam. Inilah yang memicu munculnya bakteri hingga menyebabkan ruam popok. Namun selain penyebab paling umum di atas, ruam popok juga sering terjadi pada usia lain. Salah satunya pada bayi baru lahir.

Penggunaan diaper cream bayi memang tak memiliki batas minimal usia. Sehingga bisa digunakan pada bayi baru lahir sekalipun. Namun selain itu, ada beberapa cara lain untuk mengatasi munculnya ruam popok pada bayi di usia ini.

  1. Gunakan sabun dengan komposisi sangat ringan

Untukcara memandikan bayi baru lahir yang tepat, ibu memang seharusnya menggunakan sabun yang sangat ringan. Hal ini, sayangnya masih kurang menjadi perhatian. Sabun untuk bayi baru lahir seharusnya memiliki pH seimbang yang tak akan menyebabkan iritasi. Penggunaan sabun yang salah juga sering menjadi penyebab ruam popok pada bayi baru lahir.

  1. Jangan gunakan popok terus menerus

Terutama setelah mandi. Banyak ahli kesehatan anak yang menyarankan untuk mengangin-anginkan atau membiarkan bayi tidak menggunakan popok selama beberapa waktu. Hal ini demi memberi kesempatan pada kulit untuk “bernafas”.

  1. Pastikan kulit bayi kering

Setelah mandi dan sebelum menggunakan popok, bahkan juga sebelum menggunakan diaper cream bayi. Pastikan kulit sudah benar-benar kering. Tepuk-tepuk bagian tubuh bayi, terutama lipatan kulit dengan handuk lembut untuk memastikan benar-benar kering. Baru setelah itu bisa menggunakan diaper cream kemudian popok.

  1. Hindari popok plastik

Saat ini, diaper sekali pakai sudah menggunakan bahan yang ramah untuk kulit bayi. Ketika kamu memilih popok ini pun, pastikan tidak terbuat dari plastik. Bahan plastik pada diaper akan menjadikan gesekan dengan kulit lebih parah lagi. Sehingga resiko terjadi ruam pun lebih besar.

Lebih baik lagi gunakan popok dengan bahan kain yang ramah untuk lingkungan.

Tags: