MRT Jakarta dan Tantangan yang Akan Dihadapi Di Masa Mendatang

Masyarakat Jakarta sedang berbahagia menyusul hadirnya pilihan transportasi baru yang nyaman dan cepat yakni  Moda Raya Terpadu atau MRT Jakarta. Hadirnya MRT diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan kemacetan dan transportasi umum di Ibukota Jakarta. Menurut Dirut MRT Jakarta, kerugian yang diakibatkan kemacetan jalanan telah mencapai 60 triliun Rupiah pertahunnya. Sehingga, wajar jika kehadiran MRT disambut gembira oleh para warga Jakarta.

Fasilitas yang membantu mobilisasi

Hadirnya MRT sekaligus melengkapi fasilitas transportasi umum yang telah ada untuk membantu mobilisasi masyarakat.  Dengan 16 rangkaian kereta berkapasitas 1900 penumpang yang hadir setiap 10 menit, diharapkan dapat menjadi pilihan transportasi yang memadai untuk warga Jakarta. Selain itu, MRT juga dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan sejauh 16 Km dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI selama 30 menit saja.

Budaya baru yang dibawa

Selain dapat mempersingkat waktu tempuh, hadirnya MRT sekaligus membawa budaya baru bagi masyarakat Indonesia. Adanya sejumlah peraturan seperti larangan untuk makan dan minum, mempersilahkan penumpang keluar kereta terlebih dahulu sampai kewajiban untuk berdiri di sisi sebelah kiri eskalator membuat masyarakat Indonesia bisa mengenal budaya baru saat menggunakan fasilitas umum. Budaya tersebut dihararapkan mampu membuat masyarakat menjadi lebih tertib saat menggunakan transportasi umum sekaligus menghargai pengguna transportasi umum lainnya.

Risiko bisnis yang dihadapi

Dibalik euforia masyarakat terhadap kehadiran sarana transportasi baru yang modern, ada beberapa potensi risiko yang akan dihadapi oleh MRT dan perusahaan transportasi umum sejenis. Risiko tersebut berupa risiko hutang, risiko bencana, hingga risiko yang dialami oleh para pekerjanya saat menjalankan tugas. Risiko-risiko tersebut perlu dimitigasi agar dapat meminimalisir potensi kerugian di masa yang akan datang, serta memastikan moda transportasi MRT dapat terus beroperasi untuk melayani masyarakat.

Tidak hanya bisnis transportasi MRT saja yang perlu melakukan manajemen risiko, namun perusahaan-perusahaan yang berbisnis di industri transportasi sangat dianjurkan melakukan manajemen risiko dan memiliki paket asuransi bisnis yang tepat sebagai salah satu cara untuk menekan kerugian secara finansial saat berbagai potensi risiko terjadi.

Untuk mendapatkan paket asuransi bisnis yang tepat, maka perusahaan dapat menggunakan jasa Broker Asuransi. Broker asuransi akan membantu perusahaan Anda melakukan proses manajemen risiko mulai dari analisa risiko, mitigasi risiko sampai proses pencarian paket asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dari beberapa perusahaan penyedia asuransi untuk dipilih. Sehingga, perusahaan dapat menghemat waktu dan berfokus pada target bisnis tanpa perlu khawatir dengan potensi risiko yang ada.